Petani Tulen - Penulis Agrohorti Petani Tulen  ·

Perkembangan Pertanian Organik di Indonesia

Perkembangan Pertanian Organik di Indonesia
#Pertanian #Organik

Pengembangan pertanian organik dari waktu ke waktu semakin meningkat terutama di negara maju. Tren pertanian organik kini merambah di penjuru dunia dan menjadi komoditas menjanjikan di negara berkembang juga. Mantan ilmuan jepang telah mengembangkan metode pengembangan pertanian yang dikenal dengan metode bertani “tanpa bekerja”. Ada 4 asas bertani yang dipraktikkan beliau.

  1. Tanpa pengolahan, tanpa membajak atau membalik tanah.

  2. Tanpa pupuk kimia atau kompos yang dipersiapkan.

  3. Tanpa menghilangkan gulma dengan pengerjaan tanah/herbisida.

  4. Tidak tergantung dari bahan - bahan kimia.

Berdasarkan pertimbangan 4 asas tersebut, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pertanian organik di Indonesia, yaitu keragaman daur ulang limbah organik dan pemanfaatannya untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pemanfaatan limbah untuk pengembangan pertanian organik sangat dianjurkan, serta dengan memanfaatkan kotoran ternak yang berasal dari unggas, sapi, ayam, itik, kambing, dan kelinci untuk pakan ikan.

Sumber Referensi

Pestisida Organik - Winarti Tim Redaksi Cemerlang


Bagikan di :

 

Hara Siap Majukan Pertanian Melalui Blockchain Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Akar dan Faktor Pendukungnya